Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Mengapa BERTERIAK?

Suatu hari sang guru bertanya pada murid-muridnya; “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berfikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;

“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu lalu ia berteriak.”

“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan biacaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka amat jauh walau secara fisik mereka bagitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras meraka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru malah melanjutkan; ‘Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling mencintai? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya begitu jelas. Mengapa demikian?”

Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

“Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”

Janganlah mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu mengganggu dan menyakitkan. (Imam Syahid Hasan al-Banna)

Sumber : Milist Airputih

Iklan

Read Full Post »

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki (Mukminin) agar mereka menundukkan sebagian dari pandangan mata (terhadap wanita), dan memelihara akan kemaluan mereka (menutupnya). Yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah amat mengetahui akan apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memlihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak daripadanya.” (An-Nur: 30-31).

Imam Ibnul-Qayyim Al-Jauziyah telaj menulis beberapa faedah menundukkan pandangan dalam kitabnya yang berjudul Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin. Tercantum pula dalam kitab Fiqh An-Nadhr karangan Al-Mundziri. Di bawah ini tersaji beberapa faedah menundukkan pandangan yang dinukil dari kitab-kitab di atas, di antaranya sebagai berikut:

  • Menundukkan pandangan berarti menunaikan titah Allah SWT. Tiada manusia yang bahagia di dunia dan akhirat kecuali dengan menunaikan perintah-perintah Allah.
  • Menundukkan pandangan akan menguatkan hati dan membahagiakannya. Sebagaimana halnya mengumbar pandangan akan melemahkan hati dan membuatnya gelisah.
  • Menundukkan pandangan membuat hati selalu bermesraan dengan Allah SWT. Sebaliknya mengumbar pandangan akan memporak-porandakan hati dan pikiran.
  • Menundukkan pandangan menimbulkan kelihaian yang benar-benar luar biasa. Siapa saja yang meramaikan zahirnya dengan mengikuti sunnah dan meramaikan batinnya dengan senantiasa muraqabah, menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menahan nafsunya dari syahwat, serta membiasakan hanya memakan harta yang halal, maka tidak ada yang menyalahkannya.
  • Menundukkan pandangan akan melahirkan hati yang gagah dan berani hingga membuat seseorang memiliki wawasan luas dan argumentasi yang kuat.
  • Menundukkan pandangan akan melepaskan hati dan tawanan syahwat. Sebagaimana sering dikatakan, “Orang yang tertawan oleh pandangan matanya, maka itulah sebenarnya tawanan.”
  • Menundukkan pandangan akan membentengi seseorang dari pintu syetan.
  • Menundukkan pandangan akan menguatkan akal dan menambah kecerdasan.
  • Menundukkan pandangan akan menyelamatkan hati dari mabuk syahwat dan mendengkur dalam kelengahan.
  • Menundukkan pandangan akan mengosongkan hati dari macam-macam kemaksiatan.
  • Menundukkan pandangan merupakan mahar (mas kawin) bagi bidadari.
  • Mengumbar pandangan akan member beban kepayahan bagi badan dan kedua mata.
  • Menundukkan pandangan akan membantu seseorang dalam menuntut ilmu.

Penyebab pengumbar pandangan:

  • Mengikuti hawa nafsu dan ajakan setan.
  • Mulai berkhayal.
  • Jahil (tidak tahu) terhadap negative pengumbar pandangan bahwa mengumbar pandangan penyebab zina.
  • Hanya ingat pada ampunan Allah SWT tetapi lupa pada ancaman siksanya.
  • Melihat atau menyaksikan media porno/ berbau pornografi baik di media cetak, elektronik, maupun internet.
  • Tidak menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sudah siap menikah.
  • Sering berada di tempat bercampur baurnya laki-laki dan perempuan.
  • Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram akibat lemahnya iman dan tidak hadirnya keagungan Allah SWT dalam hatinya. Orang yang merasakan keagungan-Nya pasti akan bersedih ketika berbuat maksiat.
  • Godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan, atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.

Akibat negatif memandang yang haram:

  • Rusaknya hati
  • Terancam jatuh kepada zina
  • Lupa ilmu
  • Turunnya bala
  • Merusak sebagian amal
  • Melalaikan diri dari mengingat Allah SWT dan hari akhirat
  • Rendahnya mata yang memandang yang haram dari pandangan Islam

Manfaat menundukkan pandangan:

  • Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan
  • Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh
  • Terbukanya pintu ilmu dan factor untuk menguasainya
  • Mempertajam firasat dan prediksi
  • Menjadi salah satu penyebab datangnya Mahabatullah (cinta Allah SWT)

Faktor-faktor pendorong menundukkan pandangan:

  • Hadirnya pengawasan Allah SWT dan rasa takut akan siksanya
  • Menjauhkan diri dari penyebab pengumbar pandangan
  • Menuruti semua bahaya mengumbar pandangan
  • Meyakini manfaat menundukkan pandangan
  • Melaksanakan pesan Rasulullah SAW untuk segera memalingkan pandangan
  • Memperbanyak puasa
  • Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan)
  • Bergaulan dengan orang soleh dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab yang rusak akhlaknya
  • Selalu merasa takut akan su’ul khotimah ketika meninggal dunia

Maraji’, Ensiklopedi Wanita Muslimah

Karya, Haya Binti Mubarok Al-Barik

Read Full Post »

Apa Itu Cantik?

“KARENA PUTIH itu cantik”. Begitulah image atau citra yang di bangun oleh para produsen kecantikan saat ini. Iklan-iklan yang membanjiri di mediapun seakan tak pernah bosan menampilkan sosok perempuan cantik dngan wajah dan tubuh putih tanpa jerawat, rambut berkilau dan tanpa cacat memamerkan produk yang mengisyaratkan mereka cantik karena produk tertentu.

Dan sebagai konsumen pun kita terhipnotis. Mengiyakan dan setuju dengan putih itu cantik. Punya jerawat, pertanda kiamat, wajah bernoda hitam adalah kutukan, dan kulit keriput adalah tanda-tanda kematian. (waduh, susah ya?). Dan produk kosmetikpun tampil bak dewa penyelamat. Begitupun kaum hawa yang berlomba membeli produk kecantikan untuk tampil sempurna tanpa mempedulikan harga yang selangit.

Padahal, sebagian besar produk kecantikan yang sering mandengungkan dapat merawat kulit itu, mengundang beribu bencana bagi kesehatan jangka panjang?

Kosmetik yang dapat member efek putih dan mengkilat, terbuat dari bahan alami dan sintetis yang dapat memberikan efek putih. Contoh bahan alami yang sering di pakai adalah guanine yang diperoleh dari sisik ikan laut. Ini merupakan Kristal yang transparan seperti mutiara.

Tapi karena guanine sulit didapatkan maka kebanyakan produsen produk kecantikan menggunakan pigmen sintetis seperti Bismut oksi klorida (BiOCl), Titanium dioksida (TiO2) dan serbuk logam (moka, alumunium, perunggu). Bahan-bahan tersebut biasanya terdapat dalam kosmetik seperti pada bedak, rouge, eye shadow dan cat kuku.

Kosmetik yang mangandung pewarna pun merah terbuat dari K10 (Rhodamin B). Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang biasa digunakan pada pewarna kertas, tekstil dan tinta. Apabila zat tersebut digunakan pada kulit maka akan menyebabkan iritasi pada pernapasan. Zat ini juga bersifat zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, serta menyebabkan kerusakan pada hati (liver). Tahun 2006 lalu, pemerintah sudah mengeluarkan peringatan keras agar produk kosmetik yang mengandung Rhodamin B agar tidak digunakan pada bahan pembuatan kosmetik. Tapi sampai saat ini masih saja ada produsen nakal yang masih menggunakan zat terlarang ini.

Meskipun penggunaan bahan-bahan di atas dalam industri digunakan dalam jumlah kecil (tidak lebih dari 10%), tapi pemakaiannya yang sering akan mengakibatkan toksik pada kulit. Keduanya (baik alami atau sintetik) mempunyai sifat yang tidak dapat larut dalam air (nonpolar). Sehingga bahan-bahan tersebut akan tetap menempel pada kulit dan penggunaan yang sering akan mengakibatkan bahan tersebut terus menumpuk di kulit.

Bagaimana dengan lipstick? Lipstick tidak jauh beda. Bahkan lipstick-lipstick dengan merk-merk terkenalpun tidak luput dari bahan sintetis yang sama berbahaya. Lipstick-lipstick ini kebanyakan mengandung ‘lead’. Suatu bahan logam yang berguna untuk menjaga agar lipstick di bibir tahan lama terhadap pengoksidaan udara (oxidation) dan tahan air (waterproof).

Di dalam dunia kedokteran, ‘Lead’ adalah bahan logam yang menyebabkan lagi-lagi penyakit kanker! Lipstick yang mengandung bahan lead sangat tahan lama di bibir karena pengaruh senyawa logam. Lead ini akan mengeluarkan senyawa ammonia yang tidak hanya membahayakan bibir, tapi juga makanan, minuman, air ludah dan udara yang kita hirup yang melewati bibir.

Rasulullah sangat memperhatikan masalah penampilan. Suatu ketika Rasulullah bertanya kepada seorang pemuda yang berpenampilan kurang rapi. Rasulullah bertanya pada Pemuda itu, “apakah kamu mampunyai harta?”. Pemuda itu menjawab, “Iya, ya Rasulullah”. “Jikalau begitu perlihatkanlah nikmat Allah yang telah Allah berikan kepadamu”.

Lihatlah, Rasulullah saja menyuruh kita untuk memperhatikan penampilan. Memperhatikan penampilan tidak harus berlebihan (tabaruj). Bersih, rapi, tidak bau tetapi tetap syar’I merupakan penunjang utama penampilan. Tidak bau berarti tidak harus pakai minyak wangi lho.

Perhatikanlah hadist Rasulullah berikut ini. “Siapa saja perempuan yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka mencium baunya, maka perempuan tersebut dianggap berzina, dan tiap mata ada zinanya” (HR. Nasaiy, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Rasulullah melarang wanita untuk memakai wangi-wangian, tapi sunnah bagi pria. Dan bukan berarti tidak memakai wangi-wangi maka kitapun menghalalkan bau-bauan. Kita juga harus menjaga penciuman orang sekitar agar bebas menghirup udara segar. Caranya yang bisa dengan bersiwak, mandi yang bersih, mix and match warna jilbab, atasan dan bawahan, dan murah senyum akan menambah cantik juga. Tapi ingat jangan senyum-senyum sendiri hehehe

Yang lebih penting, cantik hanya akan terpancar dari akhlak yang baik. Bayangkan kalau fisiknya cantik tapi perilakunya nauzubillah. Maka jaga akhlakmu agar kecantikanmu bisa terpancar tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat, sehingga membuat Bidadari di surga cemburu padamu. Wallahu’alam bish Shawab

Source from web

Read Full Post »

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya.

Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar”
——- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak supaikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa dagingikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan.
Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” —– KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korekapi untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada
lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata: “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” —-KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untukibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”—-KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untukmenikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”——–KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”——–KEBOHONGAN IBUYANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ——–KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar diwajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi
tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan”———KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu !”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Ditengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

(Risman P)

Read Full Post »

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya …! Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam. Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar. Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, permen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya. Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :
E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Dr. M. Anjad Khan

Read Full Post »

Angin itu berbisik
Memecah kekosongan dalam jiwaku
Pertanda kegundahan hati ini
Tak ada yang bisa membuatku merasa berarti

Aneh, sangat aneh
Apa yang membuat ini semua menjadi abadi?
Ada satu asa yang menyelinap masuk dalam kekosongan hati ini
Ada satu rasa yang bila kurasa sangat indah

Begitu kulihat wajahnya untuk pertama kali
Cinta itu langsung menyentuhku dengan sentuhan sihir
Kemudian aku duduk disampingnya, menikmati keindahan wajahnya
Kulihat ia tertawa ringan, keluar dari mulutnya yang merekah begitu indah,
Seakan ia hadir disisiku sebagai seorang penyair,
Kemudian ia menebar senyum, seakan ia berkata di setiap gerak bibirnya,
“lihatlah aku. Lihatlah aku!”
Tapi itu dulu . .

Kini,
Setetes air mataku mengalir
Air bening itu mengingatkanku pada masa itu

Ya Rabb,
Biarkan aku melupakannya
Biarkan itu hanya menjadi sebuah dosaku yang terburuk
Biarkan itu semua menjadi pelajaranku
Agar aku dapat mencintai-Mu seutuhnya

_di buat saat sedang merasakan kekosongan hati_

Read Full Post »

Ayah

Ayah..

Sosokmu tak lebih banyak dibicarakan dibanding ibu, karena Rasulullah SAW bersabda kepada manusia untuk lebih mencintai ibu. Tapi bukan berarti aku tidak mencintaimu, aku mencintaimu tapi aku tetap lebih mencintai ibuku. Tetap saja kau tak aku pandang sebelah mata karna hidup matimu tlah kau janjikan dalam hatimu untuk selalu membahagiakan dan menjadi imam terbaik dikeluargamu, apalagi untuk istri dan anak-anakmu..

Ayah..

Aku tak tahu betapa kuatnya kau menghadapi kami yang terkadang meminta sesuatu yang sulit kau berikan karena keterbatasanmu, tetapi kau tetap berusaha untuk mewujudkannya. Kau akan melupakan apa yang kau inginkan, agar bisa memberikan apa yang kami butuhkan. Tapi ketika kau tidak bisa mewujudkannya, kami menangis dan bahkan marah terhadapmu. Suatu sikap yang tidak baik karena kau telah mengusahakannya tapi memang kau belum mampu mewujudkannya..

Ayah..

Tak pernah sekalipun kulihat gundah dalam menjalani setiap hari-harimu. Kau selalu melalui hari-hari yang melelahkan dan meniggalkannya dengan senyum manismu..

Ayah..

Senyummu, peluhmu, keringatmu, kerja kerasmu merupakan semangatku. Semangat yang selalu memacuku untuk menjadi yang terbaik. Tak hanya dimatamu semata tapi dimata Allah juga..

Ayah..

Akan sangat bodohnya aku jika aku membuatmu marah bahkan menangis. Tlah ku janjikan dalam hatiku bahwa aku akan selalu membahagiakanmu seumur hidupmu..

Ya Allah, ijinkanlah aku di hari tua ibu dan ayahku nanti, aku dapat merawat mereka seperti mereka membesarkanku dulu..

Allah tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku trus berjanji takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Bogor, 19 Januari 2010

20:19

Read Full Post »

Older Posts »